Politik Kerjasama Internasional


            Assalamu’alaikum teman-teman, gimana kabarnya? Semoga selalu baik-baik saja ya… dalam blog ini nantinya akan saya gunakan sebagai tugas biweekly yang sudah diberikan dosen, selamat membaca! Blog pertama ini saya akan membahas topik tentang Hubungan Kerjasama Suriah-Russia. Saya memilih topik ini karena bagi saya topik yang sudah dibahas di pertemuan ke-2 mata kuliah Politik Kerjasama Internasional merupakan topik yang menarik. Hal yang menarik disini adalah ada hubungan apa sih diantara mereka? Apakah hanya sebatas hubungan kerjasama saja? Atau mungkin terkait kepentingan yang lain?
            Suriah dan Russia mulai menjalin kerjasama dimulai sejak Juli 1944, dimana kemudian mereka menandatangani sebuah kesepakatan pada Februari 1946 yang memberikan dukungan kepada Russia atas kemerdekaan Suriah menjelang evakuasi pasukan Perancis pada Februari 1946. Pada tahun 1971, dimana kesepakatan tersebut menghasilkan adanya Uni Soviet yang diperbolehkan untuk membuka basis militer Angkatan laut di Tartus. Setelah itu juga kemudian pada 8 Oktober 1980, Suriah dan Uni Soviet menandatangani Traktat Persahabatan dan Kerjasama. Traktat tersebut kemudian berlaku dua puluh tahun dan memiliki ekstensi lima tahun otomatik. Traktat tersebut membahas tentang kerjasama bilateral dan multilateral, dan koordinasi dari tanggapan peristiwa krisis dan kerjasama militer.
            Dari diskusi panel yang sudah dijelaskan oleh pemapar ada beberapa hal yang saya setujui yaitu dimana menurut panelis tentang kerjasama mereka yang terus berlanjut seperti halnya di bidang kemiliteran. Sampai sekarang juga dapat dilihat kerjasama antara kedua negara tersebut dimana Russia yang memberi bantuan dengan tujuan ingin memberantas pemberontakan yang ada di Suriah. Kerjasama tersebut juga dilatar belakangi oleh adanya kerjasama mereka dengan Iran, dimana apabila kita lihat antara Iran dan pemerintah Suriah yaitu memiliki latar belakang agama yang sama yaitu Islam Syiah. Dengan kerjasama tersebut juga kemudian diperkuat dengan adanya kerjasama dari Iran dan Russia. Tujuan utamanya adalah mulai dari berkembangnya islam di Russia yang membuat Russia membuka kerja sama denga Iran dan tak hanya itu namun juga meliputi, kepentingan regional, dan kepentingan ekonomi dan kemanusiaan.
            Selain itu, adapun kerjasama yang menurut saya hal tersebut yang saya setujui yaitu menurut panelis dikatakan bahwa adanya intervensi dari Russia yang ingin menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad, dimana seperti yang kita ketahui Bashar al-Assad merupakan pemimpin yang otoriter dan bisa dikatakan jahat. Dengan adanya hal tersebut kemudian membuat kelompok oposisi yang menentang Bashar al-Assad menjadi korban dalam kesewenang-wenangnya Bashar al-Assad. Adapun bantuan yang diberikan oleh Russia tidak sebatas hanya bantuan berupa militer akan tetapi bantuan kemanusiaan seberat 36 ton bagi pengungsi Suriah di Lebanon.
            Hal yang kurang saya setujui dari pemapar adalah mengenai bantuan yang diberikan oleh Russia kepada Suriah. Menurut panelis ada beberapa jenis bantuan yang diberikan kepada Suriah yaitu berupa militarity hardware dan pelatihan militer, pesawat tempur, dan bantuan peralatan militer canggih yang lainnya. Dilihat dari bantuan-bantuan tersebut menurut saya sebenarnya ditakutkan ada beberapa kepentingan tersendiri yang dapat menguntungkan Russia seperti bisa saja nantinya Russia dianggap sebagai negara sekutu yang baik hati dan dipercaya untuk dimintai pertolongan. Dengan hal tersebut kemudian dapat memunculkan pandangan bagi negara-negara lain untuk dapat menjalin kerjasama dengan Russia baik dalam hal militer maupun hal yang lain, walaupun belum tentu ada maksud tersendiri didalamnya.
             

Komentar